Seorang manusia duduk sendirian di tengah hutan, terbalut dalam kesedihan, lalu semua binatang menghampiri dirinya lalu berkata : “Kami semua tidak suka melihat dirimu bersedih, katakan apa yang kamu inginkan lalu kami akan berusaha untuk mewujudkan keinginanmu itu”
“Aku ingin memiliki penglihatan yang tajam”, ujarnya. Lalu seekor burung Elang membalasnya, “kau boleh memiliki kemampuanku”
“Aku ingin memiliki fisik yang kuat”, ujarnya lagi. Lalu seekor Jaguar membalasnya, “kau boleh memiliki kemampuanku”
hal ini pun terus berlanjut, sampai akhirnya manusia tersebut memiliki semua kemampuan yang dimiliki oleh binatang di dunia ini.
Dalam perjalanan, seekor burung Hantu berkata kepada semua binatang : “Sekarang dia memiliki ilmu dan kemampuan yang lebih dari cukup”. Lalu seekor Rusa membalas : “Dia memiliki semua apa yang ia inginkan sebelumnya, semoga kesedihan bisa sirna darinya”.
“Tidak”, balas burung Hantu. “Aku melihat “lubang” di dalam dirinya, lubang yang sangat dalam seakan-akan tidak akan bisa penuh. Lubang itulah yang salalu membuatnya sedih dan selalu menginginkan sesuatu, dia akan terus meminta dan meminta, sampai suatu saat Dunia akan berkata : “Aku sudah tidak punya apa-apa lagi, semuanya sudah kuberikan padamu wahai manusia”.
Gw rasa cerita diatas udah sangat mewakilkan apa yang dinamakan nafsu, lebih tepatnya kenikmatan duniawi.
Lihat aja dunia disekitar kita, apa yang mereka cari ? … its, Money. for what ? untuk beli hp baru, untuk beli baju baru, untuk beli mobil baru, rumah baru, berusaha terkenal, menjadi lebih cantik, fashion, dsb dsb dsb.
Emang sih gw gw ga ada hak buat ngatur kehidupan pribadi seseorang, apalagi yg bersifat personal, mau ngabisin duit buat beli baju lebaran ya monggo aja, but sooner or later you will see it for what it is.
Mau tau bagaimana kita diciptakan oleh Allah SWT ?
Kita semua diciptakan sebagai sebuah jiwa/soul yang kemudian ditempatkan kedalam fisik jasmaniah. Badan yang kita miliki ini hanya berfungsi sebagai alat/tool. Sebuah tool yang seharusnya dipergunakan untuk “memberi makan” jiwa kita, tetapi apa kenyataannya ?
Hampir semua manusia di dunia ini mendedikasikan umur hidupnya hanya untuk “memberi makan” fisik jasmaniahnya saja dengan segala macam kenikmatan duniawi.
Kejarlah kenikmatan dunia semampumu, as hard as you try you wont grasp it, dan ketika kamu menyadari semuanya, dunia akan meninggalkan dirimu begitu saja.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. ( QS : 57 : 20 )
*terinspirasi oleh www.wakeupproject.com









